Pahlawan Covid-19 Ada di Tengah-tengah Aktivitas Kita
Pahlawan merupakan sebuah sosok hebat yang memiliki
jiwa penolong dan patriotisme tinggi dalam menghadapi situasi buruk. Rasa
pejuang yang tinggi untuk membantu orang lain patut diacungi jempol karena seorang
pahlawan mampu menyelamatkan hidup orang lain, bahkan rela mengorbankan dirinya
sendiri. Rasa kemanusiaan dan nasionalisme yang lebih tinggi membuat pahlawan
patut kita jadikan contoh dalam menghadapi situasi pandemic virus Covid-19 di
negeri kita.
Dahulu, orang-orang menyebut pahlawan sebagai orang
yang berperang melawan penjajah. Secara tidak sadar, saat ini orang-orang yang
tengah berjuang melawan Covid-19 juga disebut sebagai pahlawan, loh. Coba
perhatikan baik-baik orang-orang yang ada disekililng kita. Perhatikan bagaimana
perjuangan pahlawan bekerja menerjang bahaya penyebaran Covid-19 bahkan rela
mengorbankan diri sendiri demi menyelamatkan orang lain. Jasa pahlawan yang
selalu berjuang di garda terdepan penanganan Covid-19 ini patut kita berikan
apresiasi setinggi-tingginya. Berikut ini para pahlawan Covid-19 yang bisa kita
jadikan contoh.
1. Pahlawan Medis
Para dokter dan petugas
medis saat ini menjadi garda terdepan dalam melawan virus Covid-19. Dokter dan
petugas medis patut disebut pahlawan berjasa menangani penyebaran Covid-19 di
tanah air. Bahaya penyebaran virus Covid-9 menjadi ancaman besar bagi para
medis ketika menghadapi pasien kasus Covid-19. Jumlah pasien positif yang terus
bertambah membuat dokter dan petugas medis harus ekstra berhati-hati karena jika
tidak memperhatikan APD (Alat Pelindung Diri), tidak menutupkemungkinan bahwa
dokter atau tenaga medis juga ikut tertular. Bahayanya Covid-19 juga menyebabkan
tenaga medis ikut gugur. Sejumlah dokter meninggal dunia saat menjalankan tugas
karena ikut terpapar virus Covid-19.
Jika merujuk data terbaru
dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) sebanyak 74 dokter meninggal
akibat positif dan suspek Covid-19. Ada banyak faktor yang menyebabkan pahlawan
medis gugur seperti belum memadainya APD, kelelahan, dan tidak terlepas dari faktor
risiko yang dihadapi pahlawan medis. Demi kesehatan dan kesembuhan masyarakat,
pahlawan medis rela bekerja siang dan malam sehingga banyak dari pahlawan medis
yang terpapar Covid-19. Namun gugurnya para dokter tak menyurutkan keberanian
para dokter dan petugas medis untuk terus menangani pasien Covid-19. Betapa besar
perjuangan dari pahlawan medis yang rela siang dan malam bekerja, makan dan jam
tidur yang kurang.
2. Relawan
Kasus Covid-19 yang tengah mewabah di negeri kita lantas tak hanya menjadikan kita pasrah tanpa perjuangan. Masih saja ada yang menganggap remeh penyebaran Covid-19 dengan melakukan aktivitas-aktivitas tanpa memperhatikan protokoler kesehatan. Jelas sekali ketika kita berjalan pasti kita akan menemukan setidaknya satu orang yang tidak memakai masker. Padahal aturan ini sudah disampaikan bahkan digadang-gadangkan oleh pemerintah lewat seruannya melalui iklan bahkan Sugus Tugas juga mengingatkan kepada masyarakat tentang protokoler kesehatan lewat sms yang bisa kita terima di ponsel.
Kita harus
sama-sama sadar dan peduli akan keselamatan masyarakat Indonesia, bagi kalangan
yang ingin membantu Indonesia namun bukan seorang dokter, tenaga medis, atau bekerja
di pemerintahan, masih bisa menjadi pahlawan untuk ikut perang melawan
Covid-19. Saat ini kebijakan-kebijakan dari pemerintah semakin mempermudah
akses masyarakat yang ingin membantu negeri kita dalam menurunkan angka penyebaran
Covid-19 lewat cara mudah menjadi relawan. Melalui situs Relawan Gugus Tugas
Percepatan Penanganan Covid-19, jiwa-jiwa pahlawan tentu terpanggil untuk
membantu Indonesia bersama-sama di garda terdepan membantu melawan pandemi Covid-19.
Beberapa kali rektutmen relawan dibuka agar semakin banyak tangan-tangan dan jiwa
penolong yang turut bekerja sama memerangi Covid-19.
Tugas yang bisa
dilakukan para relawan diantaranya berperan aktif dalam menanggulangi
penyebaran Covid-19 lewat langkah nyata diantara pemberian edukasi, melakukan
tindakan pencegahan pereventif, menyalurkan bantuan sosial, dan beberapa
relawan yang akan diberikan tugas di rumah sakit menjadi pahlawan medis. Perjuangan
para relawan yang bahkan melakukannya secara sukarelawan adalah tindakan yang
patut diacungi jempol. Betapa tidak? Para relawan bersedia meluangkan waktunya
untuk membantu masyarakat dalam megendalikan laju penyebaran Covid-19 di tanah
air. Tentunya, sifat-sifat seperti inilah yang disebut sebagai pahlawan.
3. Mahasiswa
Mahasiswa mempunyai
ikatan status mengenyam pendidikan di perguruan tinggi yang diakui oleh
masyarakat. Ada banyak kampus-kampus yang tersebar di Indonesia dan ini
menunjukkan jumlah mahasiswa yang begitu banyak. Salah satu Tridharma Perguruan
Tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat. Adapun program yang bisa dilakukan
mencakup aktivitas positif untuk masyarakat. Sebagai Mahasiswa yang diikat oleh
Tridharma, sebaiknya mewujudkannya lewat kegiatan positif membantu Indonesia mencegah
penularan Covid-19. Contoh nyata yang sudah dilakukan oleh pihak-pihak kampus
yaitu dengan memberlakukan perkualiahan daring sehingga aktivitas dikampus
sudah diminimalisir.
Ketegasan kampus dalam menyikapi pandemi Covid-19 tentunya bisa dilanjutkan oleh Mahasiswa. Sebagai Mahasiswa, kita bisa menjadi pahlawan dan mewakili masyarakat dengan beragam langkah dalam menghentikan Covid-19, diantaranya dengan memanfaatkan ponsel yang kita miliki dengan mencari tahu beragam informasi penting terkait Covid-19 kemudian menyebarkan informasi itu dengan video-video kreatif seperti iklan layanan masyarakat ke media sosial, membuat seminar terkait Covid-19, mengadakan penyuluhan secara online kepada pengguna media sosial, dan berbagai aktivitas lainnya dalam hal penyebaran informasi ke media sosial. Gunakan media sosial sebagai taring dalam menyampaikan informasi sesuai fakta bukan malah menyebar hoaks. Bantulah pemerintah memilah informasi hoaks yang beredar di media sosial dengan jari-jari peduli kita.
Betapa banyak program
studi yang ada di Indonesia, tentunya hal ini bisa dimanfaatkan dengan
sebaik-baiknya. Kemampuan Teknologi Informasi, desain, menulis, dan lain
sebagainya bisa dipergunakan untuk membuat selebaran atau elektronik flyer dan
dilengkapi dengan tulisan seputar pencegahan Covid-19. Anak muda yang
dianugerahi dengan ide-ide cemerang tentu tak baik jika menyia-nyiakan
kemampuan yang sudah dimiliki. Sudah saatnya Mahasiswa bergerak saling peduli
dengan mengedukasi masyarakat tentang bahaya Covid-19 sehingga mampu
bersama-sama melawan Covid-19.
Kalau dahulu, sebutan pahlawan identik dengan memegang
senjata dalam menyerang penjajah maka saat ini kita bisa menjadi pahlawan untuk
Indonesia walau tanpa senjata. Kita juga bisa ikut membantu menurunkan angka
penyebaran Covid-19 lewat tindakan-tindakan sederhana di mana saja tak kenal
waktu. Meskipun metode yang kita tempuh masing-masing berbeda dengan cara yang
dilaksanakan oleh pahlawan medis, namun kontribusi kita sebagai anak mudah, Mahasiswa,
dan masyarakat Indonesia dalam perang melawan Covid-19 tentu tidak dapat
diabaikan. Berjuang bersama untuk peduli adalah kuncinya. Dengan kekompakan, yakinlah
Covid-19 akan pergi dari negeri kita ini.
*Penulis merupakan mahasiswi
program studi Administrasi Kebijakan Kesehatan yang sedang melaksanakan KKN DR UIN-SU, Kelompok 53
Posting Komentar untuk "Pahlawan Covid-19 Ada di Tengah-tengah Aktivitas Kita"